Showing posts with label Pengantar Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Akuntansi. Show all posts

Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank

Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank - Pada artikel sebelumnya apabila kita telah mempelajari Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank maka sekarang adalah saatnya untuk mengerjakan contoh soal yang ada di salah satu bab pengantar akuntansi. Dengan mengerjakan Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank harapanya kita akan semakin mahir dalam menjawab segala bentuk persoalan tentang Rekonsiliasi Bank. Untuk lebih jelas dan lengkapnya teman-teman mahasiswa akuntansi khususnya bisa langsung download Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank pada artikel ini.

Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank
Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank

Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank - Download Contoh soaldan Jawaban Rekonsiliasi Bank

Download Contoh Soal --------> DOWNLOAD DISINI  <------------- MODEL A
          Download Contoh Soal --------> DOWNLOAD DISINI <-------------- MODEL B
       
          Download Contoh Soal --------> DOWNLOAD DISINI  <------------- MODEL C

Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank - Buat kamu yang belum baca materi tentang rekonsiliasi bank, bisa membaca langsung artikel Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank. Sekian dari penulis dan semoga bermanfaat ya artikel Contoh soal dan Jawaban Rekonsiliasi Bank.

Kata Kunci :
contoh soal rekonsiliasi bank, contoh soal rekonsiliasi bank dan jawabanya, contoh soal rekonsiliasi bank dua kolom, contoh soal rekonsiliasi bank dan penjelasan, contoh soal rekonsiliasi bank kieso, contoh soal rekonsiliasi bank lengkap

Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank

Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank - Rekonsiliasi bank sejatinya digunakan untuk melakukan cek dan penyesuaian atas Kas di Bank yang dimiliki oleh perusahaan tertentu. Dalam hal ini, perusahaan dan bank melakukan penyesuaian saldo sehingga tercapai jumlah yang sama terhadap saldo kas perusahaan yang ada di bank. Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank ini akan melibatkan dua catatan yaitu pencatatan saldo menurut bank dan pencatatan saldo menurut pencatatan perusahaan.Sebagai mahasiswa Akuntansi, biasanya mempelajari Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank di awal semester ketika pertama kali memasuki perkuliahan.

Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank
Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank

Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank - Kerangka Rekonsiliasi Bank

Perusahaan mengeluarkan cek/melakukan penarikan cek = bank mendebetkan = kas di bank perusahaan berkurang -> (karena bank mengakui penarikan perusahaan sebagai hutang bank perusahaan)

Perusahaan melakukan deposit/menyetor = Bank Mengkreditkan = Kas di bank bertambah -> (karena bank mengakui deposit perusahaan sebagai penambahan hutang bank terhadap perusahaan)

Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank - Hal-Hal yang Mempengaruhi Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank terjadi akibat beberapa hal yang terjadi dan akhirnya mempengaruhi saldo kas di bank milik perusahaan. Hal-hal tersebut yaitu :
  1. Time Lag, adanya pencatatan yang terkendala waktu sehingga tidak bisa mencatat di waktu yang sama. Contoh dari efek Time Lag yaitu :
    • Perusahaan melakukan deposit kas ke bank pada hari jumat sore, maka sesuai prosedur oleh bank akan dibukukan pada hari Senin pagi.
    • Perusahaan melakukan penarikan lewat ATM setelah jam operasional tutup akan dicatat keesokan harinya.
  2. Error, adanya kesalahan pencatatan oleh salah satu pihak (perusahaan/bank)

Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank - Prosedur Rekonsiliasi Bank

Bagi penulis, dalam melakukan rekonsiliasi bank biasanya penulis mengikuti prosedur yang nantinya memudahkan ketika melakukan rekonsiliasi. Langkah-langkah rekonsiliasi bank tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Deposit In Transit (DIT) ,Adalah deposit atau setoran yang belum dicatat oleh bank baik karena kendala waktu (Time Lag) ataupun situasi. Dalam hal ini, berlaku asumsi perusahaan mencatat bahwa kas di bank bertambah, namun menurut catatan Bank Belum. Maka cara untuk merekonsiliasi nya adalah menambah saldo pada catatan di bank.
  2. Out Standing Checks / Cek dalam Perjalanan ,Adalah cek beredar yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan namun belum dicairkan ke bank. Asumsi nya adalah perusahaan mencatat bahwa kas di bank berkurang, tapi menurut catatan di bank belum berkurang.Maka cara untuk berekonsiliasinya adalah melakukan pengurangan pada sisi catatan di bank.
  3. Error ,Adalah kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan atau Bank.Asumsi nya adalah salah satu sisi (bank atau perusahaan) bisa saja berkurang/bertambah.Maka cara merekonsiliasinya adalah melakukan pengurangan atau penambahan pada salah satu sisi catatan (bank atau perusahaan)
  4. Bank Memo ,Memo/catatan dari bank yang diberikan kepada perusahaan; memo ini biasanya berisi mengenai transaksi yang telah dibukukan oleh bank, namun belum dicatat perusahaan.Jenis Memo ada beberapa macam :
    • Memo Debet = Bank telah melakukan pendebetan atas kas di bank.
      • NFS Check/Cek Kosong = Cek yang tidak cukup dananya untuk dicairkan/ditransfer ke rekening perusahaan.
      • Charge = Pembebanan yang dilakukan oleh bank ke rekening perusahaan, contohnya beban administrasi, beban bank,beban bunga bank dsb.
    • Memo Kredit = Bank telah melakukan pengkreditan atas kas di bank.
      • Collection = Pembayaran piutang milik perusahaan (hutang milik orang/perusahaan lain) yang dilakukan langsung ke bank (transfer atau deposit).
      • Interest = Bunga atas deposit/tabungan perusahaan.
Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank (1)

Asumsi yang digunakan atas memo bank yang ada di atas adalah sebagai berikut :
  1. NFS/Cek Kosong = Perusahaan telah menambahkan pendapatan dari Cek kosong di pencatatan perusahaan padahal menurut bank Tidak dapat dicairkan
  2. Charge = Bank telah mengurangkan kas di bank, tapi menurut catatan perusahaan belum
  3. Collection = Bank telah menambahkan kas di bank, tapi menurut pencatatan perusahaan belum
  4. Interest = Bank telah menambahkan Kas di Bank, tapi menurut catatan perusahaan belum
Cara merekonsiliasi Memo bank adalah :
  1. Memo debet = Melakukan pengurangan pada sisi catatan perusahaan.
  2. Memo kredit = Melakukan penambahan pada sisi catatan perusahaan.
Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank - Begitulah tentang Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank yang bisa penulis bagikan kepada para pembaca. Saran, agar lebih memahami materi rekonsiliasi bank alangkah baiknya mengerjakan soal latihan rekonsiliasi bank yang ada di artikel selanjutnya. sekian dari penulis dan selamat membaca Rangkuman Materi Rekonsiliasi Bank


Kata Kunci :
materi rekonsiliasi bank dan contoh soal ,materi rekonsiliasi bank, materi rekonsiliasi bank lengkap, materi rekonsiliasi bank akuntansi, artikel materi rekonsiliasi bank, materi akuntansi keuangan rekonsiliasi bank, contoh materi rekonsiliasi bank, materi kuliah rekonsiliasi bank

Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO

Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO - Halo sahabat mahasiswa akuntansi sekalian,pada artikel sebelumnya saya telah membahas mengenai persediaan secara umum.sekarang,kita akan membahas tentang Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO yang merupakan bagian penting dari bab persediaan.Dalam akuntansi,ada dua metode mencatatan persediaan yaitu metode pencatatan persediaan secara periodik dan metode pencatatan persediaan secara perpetual.Akan tetapi,sekarang saya hanya akan membahas tentang metode pencatatan periodik.untuk itu,langsung saja teman-teman baca ya....


Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO - Ciri khas Metode Pencatatan Persediaan Periodik

Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO - Metode pencatatan persediaan secara periodik ini menurut asisten dosen yang pernah mengajar saya memiliki ciri-cri utama yaitu Harga Pokok Penjualan (HPP) dan sisa barang atau persediaan akhirna selalu dihitung di akhir periode akuntansi perusahaan.Jadi,teman-teman tidak usah terlalu bingung bagaimana cara membedakan suatu kasus menggunakan metode pencatatan persediaan secara periodik ataukah menggunakan metode pencatatan secara perpetual.


Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO - Menghitung Persediaan Periodik dengan FIFO

Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO - Dalam persediaan,selain tentang metode pencatatan,terdapat juga metode penilaian persediaan.Metode penilaian disini yang akan saya bahas adalah metode penilaian secara Cash Flow,karena metode penilaian tersebut ada hubunganya dengan artikel yang saya bahas ini.Dalam metode penilaian dengan Cash Flow,dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu secara First In First Out (FIFO) dan Average Cost.Sekarang,kita akan membahas tentang First In First Out,yang memiliki maksud barang yang pertama kali masuk,dianggap barang yang pertama kali keluar juga.Misalnya amati ilustrasi berikut ini untuk memudahkan anda tentang FIFO ;

"PT.Nike Indonesia telah mendatangkan 500 sepatu sport pada bulan Januari untuk mengisi kekosongan stok nya.Lalu,pada bulan februari,PT. Nike Indonesia mendatangkan lagi 800 sepatu sport.Pada bulan Mei,ada penjualan sebesar 400 Sepatu oleh PT.Nike Indonesia.Menggunakan asumsi FIFO,Jumlah persediaan dari PT.Nike Indonesia menjadi 900 Sepatu sport yang terdiri dari 100 barang dari bulan Januari dan 800 barang dari bulan Februari.'




Tolong benar-benar dipahami ilustrasi di atas.Untuk lebih jelasnya,kita akan masuk pada sesi studi kasus berikut ini :


  1. 01 Okt : PT Senta mempunyai persediaan awal 60 unit @24
  2. 09 Okt : PT. Senta membeli barang persediaan 120 unit @26
  3. 11 Okt : Ada penjualan barang sejumlah 100 unit @35
  4. 17 Okt : Pembelian persediaan oleh PT.Senta sejumlah 70 unit @27
  5. 22 Okt : Ada penjualan barang sejumlah 65 unit @40
  6. 25 Okt : Terjadi pembelian persediaan sejumlah 80 unit @28
  7. 29 Okt : Adanya penjualan barang sebanyak 120 unit @40
Hitunglah persediaan akhir dan Harga Pokok Penjualanya,dan Laba bersih secara Periodik FIFO !

Berikut adalah jawabanya !

PT.Senta
Laporan Persediaan Periodik FIFO
Per Oktober
Tanggal
Keterangan
Unit
Harga beli/Harga jual
01 okt
Persediaan awal
60
$24
09 okt
Pembelian
120
$26
11 okt
Penjualan
100
$35
17 okt
Pembelian
70
$27
22 okt
Penjualan
65
$40
25 okt
Pembelian
80
$28
29 okt
Penjualan
120
$40

biasanya,untuk lebih memudahkan ketika masih awal dalam mempelajari hal ini,saya akan memindahkan informasi yang didapatkan dari soal menjadi tabel di atas,baru setelah itu saya eksekusi menjadi jawaban seperti yang diminta soal.Akan tetapi,kalau teman-teman sudah jago,maka boleh langsung eksekusi jawaban saja dan tabel di atas ini hanya sebatas di kalkulator dan kertas hitungan hehehehe..Oke,lanjut ke yang ditanyakan soal ya !

Step 1 : Hitunglah jumlah barang siap jual

 Barang siap jual  : 60*24 + 120*26 + 70*27 + 80*28 = $8690
 Barang siap jual  : 60+120+70+80 =  330 unit

Step 2 : Hitung total Penjualan 

 Penjualan : 100*35 + 65*40 + 120*40 = 10900
 Penjualan : 100+65+120 = 285 unit

Maka Persediaan akhir adalah :

 Persediaan akhir : Barang siap jual - Total barang terjual 
 Persediaan akhir : 330 unit - 285 unit = 45 unit tersisa
Keterangan : 45 unit yang tersisa berasal dari pembelian tanggal 25 okt yang nilainya adalah 45*28 = 1260

Maka Harga Pokok Penjualanya 

HPP  = Barang siap jual - persediaan akhir
HPP = 8960 - 1260 = 7430


Maka Laba bersih nya adalah :

Laba bersih = Total Penjualan - HPP
Laba Bersih = 10900 - 7430 = 3470


Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO - Cara yang saya tuliskan di atas tidak bersifat mutlak harus seperti itu.Memang terkesan sangat panjang,akan tetapi kalau teman-teman sudah mahir maka akan ada beberapa step yang memang tidak perlu teman-teman tuliskan.Untuk itu,rajin berlatih soal-soal yang ada di buku agar semakin cepat pula ketika mengerjakan soal-soal sejenis itu.semangat !

Metode Pencatatan Persediaan Periodik FIFO - mungkin untuk sekarang ini sekian dulu ya dari saya.Nanti,akan saya sambung dengan artikel tentang Metode Pencatatan Persediaan Periodik Average.Jadi,stay terus di blog saya dan semangat selalu!

Bab Persediaan pengantar Akuntansi

Bab Persediaan pengantar Akuntansi - Halo sahabat,pada kesempatan kali ini,mimin akan membahas mengenai Bab Persediaan pengantar Akuntansi nih.Pada buku Financial Accounting IFRS edition,bab ini judulnya adalah inventories.nantinya,kita akan belajar diantaranya tentang mengelompokan jenis persediaan,menjelaskan jumlah inventory dengan dua cara,menentukan kepemilikan barang,biaya yang ditimbulkan dari persediaan.Nah,oleh karena itu langsung saja kita bahas bab persediaan pengantar akuntansi.


Persediaan Barang

Bab Persediaan pengantar Akuntansi - Mengelompokan jenis persediaan

Bagaimana perusahaan mengklasifikasikan jenis persediaanya bergantung pada jenis dari perusahaan tersebut.Ada dua jenis perusahaan yaitu perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur.Pada perusahaan dagang,persediaanya hanya terdiri satu jenis saja yaitu persediaan barang atau merchandise inventory.Sedangkan pada perusahaan manufaktur sendiri,akan ada beberapa jenis klasifikasi barang.

Ciri-ciri utama perusahaan manufaktur sendiri,sebagian besar persediaanya bukan merupakan barang siap jual.klasifikasi pada perusahaan manufaktur sendiri dibagi menjadi tiga kategori antaralain sebagai berikut :
  1. Barang jadi : Merupakan barang manufaktur yang sudah siap jual
  2. Barang setengah jadi : Merupakan barang manufaktur yang masih harus di proses lagi dan belum siap untuk dijual
  3. Barang mentah : Merupakan barang/bahan dasar yang nantinya digunakan sebagai bahan untuk memproduksi barang lainya.
Sebagai contohnya,PT olympic menjual kursi,meja,dan alat rumah tangga yang berbahan dasar dari kayu,nah,produk yang dijual di pasaran tersebut merupakan jenis dari barang jadi.Sedangkan kayu yang PT Olympic beli dari para penebang pohon merupakan jenis barang mentah.Lalu dimanakah letak barang setengah jadi nya ? Nah,ketika para pekerja PT Olympic sedang memotong kayu-kayu tadi menjadi bagian-bagian kecil yang nantinya akan dibentuk sebagai kursi,meja,dan perabotan lainya itulah yang disebut sebagai barang setengah jadi.Jangan sampai bingung lagi ya teman-teman dalam mengklasifikasikan jenis barang pada perusahaan manufaktur :)


Bab Persediaan pengantar Akuntansi - Menjelaskan cara penghitungan persediaan 


Sudah pada jelas kan ya sama mengklasifikasikan jenis barang ?Nah,step selanjutnya agar kita mahir dalam bab persediaan adalah kita harus tahu tentang cara menghitung persediaan.Ada dua jenis metode pencatatan persediaan yaitu :

  1. Metode pencatatan Periodik : Metode pencatatan yang Harga Pokok Penjualan "HPP" atau Cost of goods Sold "CGS" dan persediaan akhirnya/sisa persediannya dihitung pada akhir periode.
  2. Metode pencatatan Perpetual : Metode pencatatan yang Harga Pokok Penjualan "HPP" atau Cost of Goods Sold "CGS" dan persediaan akhirnya/sisa persediaannya dihitung setiap kali ada transaksi.
Perusahaan biasanya memiliki alasan tertentu dalam menentukan metode pencatatan yang dipakainya.Misalnya,ketika perusahaan memilih untuk menggunakan metode pencatatan perpetual,umumnya karena alasan berikut ini :
  1. Untuk memeriksa akurasi ketepatan pencatatan persediaan perusahaan.
  2. Untuk mengetahui jumlah persediaan bahan baku yang terbuang atau telah dicuri.
Sedangkan ketika perusahaan menggunakan metode pencatatan secara periodik,umumnya alasanya adalah sebagai berikut :
  1. Untuk menghitung jumlah persediaan secara fisik yang ada di tangan untuk laporan posisi keuangan 
  2. Untuk menentukan Harga Pokok Penjualan "HPP" atau Cost of Goods Sold "CGS" pada suatu periode.

Bab Persediaan Pengantar Akuntansi - Menentukan Kepemilikan Barang 

Ketika membahas tentang persediaan,kita juga tak boleh lupa dalam menentukan kepemilikan dari sebuah barang.Kapankah barang tersebut masih termasuk persediaan barang milik perusahaan atau kepemilikan barang tersebut sudah berpindah tangan kepada pembeli.Dalam proses jual beli nya pun juga harus jelas,siapakah yang menanggung biaya pengiriman yang akan diakibatkan oleh transaksi jual beli yang terjadi dan bagaimanakah statusnya bila dilihat dalam akuntansi.

Mahasiswa biasanya mengalami kesulitan ketika menentukan kepemilikan barang yang statusnya dalam pengiriman atau goods in transit.Maksud dari goods in transit adalah sebagai berikut :
  1. PT. Toyota membeli sejumlah ban mobil dari PT. Bridgestone,sehari kemudian,PT. Bridgestone mengirim ban yang telah dipesan oleh PT. Toyota melalui jasa pengiriman Fedex.Nah,ketika masih dalam proses pengiriman,bagaimanakah status kepemilikan dari ban tersebut ? apakah pemilik ban itu tadi sudah berpindah ke PT. Toyota selaku pembeli ? atau masih dimiliki oleh PT. Bridgestone ? atau malah dimiliki Fedex selaku perusahaan jasa pengiriman barang ?
  2. Jawaban nya adalah : Tergantung ! antara PT. Toyota dan PT. Bridgestone.Kenapa ? Simak penjelasan saya berikut ini hehehhe.

Dalam menentukan kepemilikan suatu barang persediaan, kita mengenal dua hal yaitu :

  1. FOB Shipping Point : Pembeli membayar biaya pengiriman,artinya ketika penjual telah menyerahkan barang yang telah dijual kepada jasa kurir pengiriman,maka kepemilikan barang tersebut sudah secara sah dimiliki oleh pembeli.
  2. FOB Destination : Penjual membayar biaya pengiriman barang,artinya kepemilikan barang baru akan berpindah kepada pembeli ketika barang sudah sampai di lokasi pembeli.

Nah,gimana nih temen2,setelah baca keterangan tadi udah pada paham ga sama status kepemilikan barang nya ? hehhehe...

Oiya,admin ada yang lupa nih,ada satu lagi jenis barang yaitu Consigned Goods,merupakan jenis barang yang dimiliki oleh pihak ketiga.Bingung maksudnya bagaimana ?okay,bakal mimin jelasin nih.

Penjelasan : Misalnya nih Matahari Dept.store tuh punya ratusan merek fashion kan di setiap gerainya.Akan tetapi,tidak semua merek fashion yang ada di gerainya merupakan milik matahari.Misalnya merek "Dagadu" yang juga di tampilkan di gerai matahari merupakan jenis barang consigned Goods.Artinya,Produsen dagadu hanya menitipkan barang nya kepada Matahari Dept.Store,jadi barang tadi kepemilikanya masih milik produsen Dagadu.Namun,ketika ada penjualan produk "Dagadu" di Matahari Dept.Store,biasanya Matahari Dept.Store akan mendapatkan komisi sebesar beberapa persen dari kesepakatan antara Matahari Dept.Store dan Produsen Dagadu.

Baik,sekian dulu ya dari saya,terimakasih kepada dosen saya pak imam subekti,asisten dosen mas febriananda wisang dan teman-teman yang telah membantu saya belajar bab ini.Dan khususnya saya sangat terbantu dengan membaca buku Financial Accounting IFRS edition.


Untuk lanjutan dari bab ini,saya akan bahas di post selanjutnya :)



Rumus Mencari Present Value Obligasi

Rumus Mencari Present Value Obligasi - Halo-halo mahasiswa akuntansi semuanya!sekarang ini,Admin akan berbagi pengetahuan tentang Rumus Mencari Present Value Obligasi.Biasanya,memang beberapa dosen akan memberikan tabel present value dan present value of annuity.Tapi,untuk menghindari ketika tidak memberikan tabel tersebut,maka disini saya akan membagikan cara agar bisa mencari present value secara manual dalam obligasi.Jangan khawatir,caranya itu gampang banget lah ya buat mahasiswa Akuntansi hehehe......




Rumus Mencari Present Value Obligasi - Cara mencari PV obligasi



Rumus jadi nya adalah sebagai berikut :

PV Obligasi = PV Nominal obligasi + PV Bunga Obligasi


Step 1 


Keterangan ;
 nilai nominal obligasi = nilai nominal dari obligasi itu sendiri
i = Tingkat Bunga Efektif
n = Lama masa jatuh tempo

Step 2


Keterangan :
1. Nilai bunga : Nilai nominal bunga yang didapatkan
2. Nilai nominal ; Nilai nominal obligasi
3. TBO : Tingkat Bunga Obligasi


Step 3


Keterangan :
Nilai bunga : Hasil dari proses "Step 2"
i : Tingkat Bunga Efektif adalah tingkat bunga pasar
n ; Lama masa jatuh tempo


Nah,itu dia rumus cara mencari Present Value Obligasi sudah saya bagikan ya hehhe.Biar teman2 lebih paham dalam penggunaanya,saya kasih contoh soalnya sekalian ya hehehehe.


Contoh Soal :


  1. PT. Astra menerbitkan obligasi dengan nilai nominal obligasi $100,000 dengan bunga 10%,5 tahun.Ketika itu,bunga yang ada di pasaran sebesar 12%.Tentukan jenis dari obligasi tersebut dan carilah Present Value Obligasinya !

Jawaban :

Obligasi tersebut termasuk jenis obligasi Discount,mengapa ? karena nilai bunga obligasi nya lebih rendah daripada nilai bunga yang ada di pasaran.

Diketahui :
TBO = 10% -----> 5% (Dibagi dua karena Annual)
TBE  = 12% -----> 6% (Dibagi dua karena Annual)
Lama = 5 tahun ---> 10 periode pembayaran (Dikali dua karena Annual)

Mencari PV Obligasi nya adalah = 

Step 1 ; Mencari PV nominal obligasi 


Step 2 : Mencari nilai bunga


Step 3 : Mencari PV bunga obligasi


Dan final action nya adalah menjumlakan antara :

PV Obligasi = PV Nominal obligasi + PV Bunga Obligasi

PV Obligasi = 55839.4776915 + 36800.43525

PV Obligasi adalah = 92639.9129415


nah,mungkin sekian dulu ya dari saya.Terimakasih kepada dosen saya yaitu bu endang yang telah membimbing saya selama satu semester ini,dan tidak lupa pula terimakasih kepada mbak sintya karena juga telah membimbing saya dalam setiap asistensi.Akhir kata,selamat belajar!















Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi

Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi - Ketika kita membahas tentang Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi,maka yang paling menonjol adalah mengenai utang obligasi.Obligasi merupakan bentuk dari wesel tagih yang ditambah dengan bunga.Obligasi biasanya dalam dunia keuangan adalah suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat jatuh tempo pembayaran.Namun,masih boleh ada ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi.Untuk lebih jelasnya,silahkan baca artikel ini ya!



Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi - Utang Obligasi

Utang obligasi sendiri memiliki tiga keuntungan dibandingkan dengan saham biasa :

  1. Pengendalian pemilik tidak dipengaruhi.
  2. Menghasilkan penghematan pajak.
  3. Earnings per share menjadi lebih tinggi.

Pengaruh terhadap Earnings per share - Ekuitas VS Utang Obligasi



Jenis-Jenis dari obligasi adalah sebagai berikut :
  1. Oligasi dengan Jaminan dan Tanpa Jaminan (surat utang)
  2. Obligasi Bersyarat dan Serial
  3. Obligasi Terdaftar dan Pembawa atau kupon
  4. Obligasi konversi dan Callable

Prosedur Penerbitan obligasi adalah sebagai berikut :
  1. Kontrak obligasi dikenal dengan sebagai perjanjian obligasi.
  2. Merupakan janji untuk membayar
    • Sejumlah uang pada saat jatuh tempo yang ditentukan,ditambah
    • bunga periodik dengan tingkat suku bunga kontrak (dietapkan) pada jumlah jatuh tempo (nilai nominal)
  3. Kertas sertifikat,biasanya nilai nominal $ 1.000.
  4. Pembayaran bunga biasanya tiap tahun (Annual) atau 6 bulan sekali (Semi-Annual)
  5. Umumnya dikeluarkan ketika jumlah modal yang dibutuhkan terlalu besar untuk satu pemberi pinjaman untuk memasuk

Ketika penerbitan obligasi,Jurnal penerbitan obligasi  nya adalah sebagai berikut :


Jan-1                Kas                                                    XXX
                                Utang Obligasi                                          XXX


NB : Nilai nominal nya adalah sesuai present value nya.Untuk cara menghitung present value dari obligasi,akan saya jelaskan di artikel selanjutnya hehe.


Berikut ini adalah contoh kasus penerbitan obligasi :

Pada 1 Januari 2011,PT Astra mengeluarkan obligasi $100,000 ; 5 tahun; 10% pada harga 100% dari nilai nominal.Jurnal penerbitanya adalah  :


Jan-1                Kas                                                    100,000
                                Utang Obligasi                                          100,000


Misalkan,obligasi ini dibayar semi annual atau 6 bulan sekali dan dibayar setiap 1 Juli dan 1 Januari.Maka ketika tanggal 1 Juli,terjadi pembayaran bunga dan jurnal pembayaran bunga pada 1 juli adalah sebagai berikut :

Jul-1                Beban bunga obligasi                        5,000*
                                Kas                                                            5,000*

NB : *) 100,000 x 0,05 = 5000
             Mengapa 0,05 ? karena pembayaranya sifatnya semi-annual,maka bunga yang pertahunya 10% haruslah dibagi menjadi dua juga yaitu menjadi 5% setiap 6 bulan.

Lalu,asumsikan bahwa PT.Astra selalu menutup buku per 31 Desember pada akhir tahun.Maka Jurnal untuk mencatat pembayaran bunga  pada 31 Desember adalah sebagai berikut :

Des-31             Beban bunga obligasi                        5,000
                                Utang Bunga obligasi                               5,000


Nah,itulah tadi jurnal penerbitan obligasi,pengakuan pembayaran bunga obligasi dan pencatatan pembayaran bunga obligasi pada akhir tahun.Perlu diperhatikan,bahwa tiga di atas berhubungan jadi haruslah dibaca secara berurutan agar bisa memahaminya.Dan,contoh soal di atas menggunakan pembayaran semi-annual.


Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi - Penarikan Obligasi dan Pembayaran obligasi
Ketika membahas obligasi,pasti ada momen ketika obligasi ditarik kembali sebelum masa jatuh tempo nya atau perusahaan membayarkan sejumlah uang ketika obligasi sudah jatuh tempo.Nah,berikut ini saya akan menjelaskan jurnal dari penarikan obligasi dan ketika pembayaran obligasi ketika jatuh tempo.


Ketika penarikan obligasi sebelum jatuh tempo,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

  1. Mengeliminasi nilai buku obligasi pada tanggal pelunasan.
  2. Mencatat kas yang dibayarkan.
  3. Mengakui adanya keuntungan ataupun kerugian pada saat penarikan.
Untuk lebih jelasnya,amati ilustrasi soal berikut ini :

Asumsikan bahwa PT.Astra telah menjual obligasinya pada nilai nominal yaitu 100,000.Namun,ketika obligasi masih dalam posisi 85,000.PT.Astra melakukan penarikan obligasinya sehingga jurnal penarikanya adalah sebagai berikut :


Des-2               Hutang Obligasi                                85,000
                        Kerugian Penarikan obligasi              15,000
                                Kas                                                            100,000


Sedangkan,untuk jurnal pembayaran obligasi saat jatuh tempo,asumsikan bahwa soalnya adalah sama dengan yang di atas.Maka jurnal pembayaran obligasinya adalah sebagai berikut :

Des-2               Hutang Obligasi                                100,000
                                Kas                                                            100,000


Untuk lebih jelasnya mengenai obligasi dan cara menghitung present value obligasi,silahkan menuju artikel Menghitung present value dan Macam obligasi.


Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi - Wesel bayar Jangka Panjang

Selain obligasi,masih ada wesel bayar jangka panjang yang termasuk juga dari bagian utang jangka panjang.Wesel bayar jangka panjang dapat dijaminkan dengan hipotek yang menjanjikan aset tertentu sebagai jaminan pinjaman.Pada umumnya,mensyaratkan peminjam untuk membayar dengan cara mengangsur dalam jangka waktu pinjaman.Pembayaranya pun terdiri dari ;
  1. Bunga atas nominal utang yang belum di bayar.
  2. Pengurangan pokok pinjaman.
Pada umunya,perusahaan mencatat wesl bayar hipotek sebesar nilai nominalnya.

Untuk lebih jelasnya,saya akan berikan ilustrasi seperti soal ini.

PT. Jamu menerbitkan wesel hipotek sebesar $500,000;12%;20 tahun pada 31 Desember 2011.dibayar secara semi-annual dengan nilai pembayaran setiap waktu bayar adalah $33,321.Maka jadwal pembayaranya dan jurnal nya  adalah sebagai berikut :



Sedangkan untuk jurnal nya adalah sebagai berikut :

Pada saat awal penerbitan wesel 


Dec-31           Kas                                                           500,000
                                    Hutang Hipotek                                               500,000

Pada saat pembayaran bunga wesel

Jun-30            Beban Bunga                                            30,000
                       Hutang Hipotek                                          3,231
                                    Kas                                                                  33,321


Sekian,semoga bermanfaat ya!! Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi

Liabilitas pengantar akuntansi

Liabilitas pengantar akuntansi - Liabilitas merupakan istilah lain dari kewajiban.Dalam jenisnya sendiri,liabilitas dibagi menjadi dua jenis antara lain liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang.Dalam bab ini,kita akan mempelajari tentang cara mengidentifikasi jenis-jenis kewajiban lancar.Selain itu,nantinya juga akan mempelajari tentang obligasi bagaimana kah jurnal penerbitan obligasi,mengidentifikasi jenis obligasi,menentukan present value obligasi dan menyiapkan jurnal dari obligasi sampai dengan metode penyajian dan analisis kewajiban tidak lancar.

Liabilitas pengantar akuntansi

Liabilitas pengantar akuntansi - Kewajiban lancar atau Current liability

Kewajiban lancar atau Current liability merupakan kewajiban jangka pendek.Yang artinya jangka waktu pembayaran nya kurang dari satu periode akuntansi suatu perusahaan.Berikut adalah yang termasuk kedalam Kewajiban lancar antara lain :

  1. Wesel bayar
  2. Hutang Pajak Penjualan
  3. Pendapatan diterima di muka
  4. Hutang jangka panjang yang mendekati jatuh tempo atau sudah jatuh tempo
  5. Penyajian dan analisis laporan

Kewajiban lancar atau current liability mempunyai dua karakteristik antara lain :
  1. Perusahaan memperkirakan untuk membayar hutang dari aset lancar yang dimiliki atau dari timbulnya kewajiban lancar lainya.
  2. Perusahaan akan membayar hutang dalam periode satu tahun atau siklus operasional,mana yang lebih lama.
Kewajiban lancar meliputi juga kewajiban akrual yang dimaksud yaitu hutang pajak,hutang gaji dan hutang bunga.

Liabilitas pengantar akuntansi - Wesel atau notes payable

Wesel atau notes payable adalah janji untuk membayar tertulis atas peminjaman uang oleh perusahaan dengan mensyaratkan sejumlah bunga dan diterbitkan dalam berbagai periode.Maksudnya adalah,misalnya perusahaan "X" meminjam sejumlah uang kepada perusahaan "Y" yang nantinya perusahaan "X" akan membayar nya dengan sejumlah bunga.Contoh nya adalah : PT. Karunia sari meminjam uang kepada PT Konoha sejumlah Rp 1000.000 , 5% , 5 bulan.bila ada kalimat yang saya garis merah tadi,maka dapat dipastikan bahwa telah terjadi transaksi peminjaman uang dengan notes payable atau wesel oleh perusahaan.Berikut ini adalah Jurnal - Jurnal dari setiap transaksi Wesel atau notes payable yang digambarkan dengan sebuah kasus soal :

Contoh kasus : Pada 1 maret 2016,PT. Astra meminjam sebesar $100,000 dari Bank BRI untuk wesel 4 bulan ,12%.

Maka Jurnal penerbitan yang harus ditulis oleh PT Astra adalah berikut :


Maret 01           Kas                                        100,000          
                                    Utang Wesel                                       100,000


Lalu,pada tanggal 30 Juni perusahaan PT astra mengakui adanya bunga,berikut adalah cara menghitung bunga totalnya :

Bunga = Nilai nominal utang x bunga x (waktu peminjaman / 12)

 dan jurnal dari pengakuan bunga pada tanggal 30 Juni adalah sebagai berikut : 

Juni 30             Beban Bunga                                                  4000*
                                                Hutang Bunga                                     4000*

Ps* : 100,000 x 12% x  ( 4/12) = 4000
di atas adalah bunga untuk 4 bulan,jika ditanya 1 bulan saja maka 4000 x 1/4


Ketika pada tanggal 1 Juli merupakan jatuh tempo dari utang wesel PT.Astra kepada Bank BRI,maka jurnal jatuh tempo nya adalah sebagai berikut :


Juli 1                          Wesel Bayar                             100,000
                                    Hutang Bunga                             4,000
                                                            Kas                                          104,000



Liabilitas pengantar akuntansi - Hutang Pajak Penjualan

Hutang Pajak penjualan merupakan hutang pajak dari perusahaan atas pajang barang-barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan kepada konsumen.Pajak penjualan dinyatakan sebagai presentase yang ditetapkan dari harga jual namun biasanya dinyatakan terpisah atau termasuk dalam faktur total.Konsepnya sendiri adalah retailer mengumpulkn pajak dari pelanggan lalu pada akhir tahun biasanya menyerahkan pengumpulan kepada pemerintah sebagai pendapatan.
Berikut ini adalah jurnal-jurnal dari transaksi pajak penjualan dengan diilustrasikan melalui soal :

Kasus : Pada 25 maret,PT. Toyota menunjukan penjualan sebesar $10,000 dan pajak penjualan diketahui sebesar 600 ( tarif pajak 6%).


Maka jurnal pada saat penjualan barang setelah kena pajak PT. Toyota adalah sebagai berikut :

Maret 25               Kas                                          10,600
                                      Penjualan                                           10,000
                                      Hutang Pajak Penjualan                           600


Setelah itu,ketika akhir periode pada tanggal 31 Desember PT, Toyota wajib menyetorkan pajak yang dikumpulkanya kepada pemerintah,maka jurnal pada saat penyerahan pajak penjualan kepada pemerintah adalah sebagai berikut :


Desember 31               Hutang Pajak Penjualan                      600
                                                                        Kas                              600

Biasanya,pajak penjualan tidak langsung diketahui ketika seperti kasus 1,oleh karena itu saya akan memberikan kasus 2 sebagai berikut :

Kasus 2 : Pada 2 Mei PT.Pudakit menunjukan penjualan total sebesar 110,000 sudah termasuk pajak penjualan sebesar 10%.

Maka,pada saat penjualan barang maka jurnal  pengakuan penjualan nya adalah sebagai berikut :


Mei 2               Kas                                                      110,000
                                    Penjualan                                                         100,000*
                                    Hutang Pajak Penjualan                                  10,000**

Nb : * penghitunganya adalah : 110,000 / 1.1 = 100,000
nilai "1,1" didapatkan dari estimasi penjualan nya adalah 100% ditambah dengan pajak 10% maka didapatkan lah angka 100% + 10% = 110% atau 1,1
        ** Selisih antara Kas yang diterima dan penjualan

Amati soal 2 di atas,ada kalimat "sudah termasuk pajak penjualan" yang artinya adalah 110,000 tadi sudah termasuk pajak dari penjualan sebesar penjualan.Jadi jangan pernah terkecoh ya ! untuk jurnal penyerahan ke pemerintah nya sama seperti pada kasus 1.


Liabilitas pengantar akuntansi - Pendapatan diterima di muka

Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang diterima oleh perusahaan sebelum mengirimkan barang atau menyediakan jasa kepada konsumen.Jadi,konsumen telah membayarkan sejumlah uang kepada perusahaan namun pada saat itu perusahaan belum mengeirimkan barang atau menyediakan jasa kepada konsumen.Konsep dasar nya adalah sebagai berikut :
  1. Perusahaan mendebit kas,dan mengkredit akun pendapatan diterima dimuka 
  2. Saat perusahaan telah mengirimkan barang atau menyediakan jasa kepada konsumen,maka perusahaan mendebit akun pendapatan diterima dimuka dan mengkredit akun pendapatan.

Perusahaan yang biasanya mengalami hal ini biasanya bergerak pada jenis usaha penerbangan,penerbitan majalah,hotel,perusahaan asuransi,bioskop,dan lain sebagainya.

Contoh kasusnya adalah sebagai berikut :

Pada 6 Agustus PT. Garuda Air Ways menjual 10,000 tiket selama liburan musim Dingin seharga 50$ untuk 5 jadwal penerbangan.


Maka,pada saat penjualan tiket penerbangan,PT. Garuda Airways menjurnalnya dengan sebagai berikut :

Aug 6              Kas                                                                  500,000*
                                    Pendapatan diterima di muka                                     500,000*

Ps : *10,000 x 50 = 500,000

Pada saat para penumpang telah menggunakan semua tiketnya pada 20 Desember,maka PT. Garuda menjurnalnya dengan sebagai berikut :

Des 20             Pendapatan diterima dimuka                                      500,000
                                                                        Pendapatan Jasa                                  500,000

Misal,pada tanggal 31 Oktober,penumpang yang menggunakan tiket nya baru 200,000 saja.Padahal perusahaan harus membuat laporan keuangan pada saat itu,maka jurnal penyesuaian nya adalah sebagai berikut :

Okt 31             Pendapatan diterima di muka                                     200,000
                                                                        Pendapatan jasa                                  200,000


Liabilitas pengantar akuntansi - Utang jangka panjang yang jatuh tempo

Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo pada tahun berjalan dan tidak ada ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan.

untuk yang liabilitas jangka panjang nya silahkan dibaca di post berikut ini : Utang Jangka Panjang Pengantar Akuntansi

Selamat belajar dan mohon di share ke teman-teman yang membutuhkan ya! semoga bermanfaat mengenai Liabilitas pengantar akuntansi ! salam